Dimulai dengan kata “optimisasi”. Sebagian orang menuliskan optimalisasi untuk maksud yang sama. Cek di kamus.., ternyata optimalisasi tidak ditemukan di kamus daring kbbi dot web dot id. Kata ‘optimisasi’ tidak ditemukan di kamus tersebut.
Cek di kamus lain: kbbi dot kemendikbud dot go dot id (kamus daring satu ini domainnya menggunakan dot go dot id, mudah-mudahan ‘lebih’ resmi). Ternyata ada: optimisasi adalah nomina (kata benda) dengan makna: ”proses, cara, tindakan untuk membuat suatu sistem atau rancangan seefektif atau sefungsional mungkin”. dan optimalisasi adalah nomina dengan makna: ”pengoptimalan”. Dilanjutkan, ‘pengoptimalan’ adalah nomina bermakna: ”proses, cara, perbuatan mengoptimalkan (menjadikan paling baik, paling tinggi, dan sebagainya)”
Judul artikel ini menggunakan “optimisasi” yang merupakan serapan dari kata Bahasa Inggeris “optimization”. 
Dugaan bahwa optimisasi adalah serapan dari optimization, ternyata salah. Translasi google menerjemahkan optimization menjadi optimasi. Dalam kamus kemendikbud tersebut di atas, optimasi adalah nomina yang berarti “upaya atau cara untuk memperoleh hasil yang terbaik”. Cukup membahas keriuhan penerjemahan. Pada kenyataannya, para penulis dan/atau penggiat internet sebagian menggunakan optimisasi sebagian lain optimasi. Sangat jarang yang menggunakan kata optimalisasi.
Mengenal optimasi mesin pencari

Baiklah, kita inventarisir masing-masing arti ketika kata tersebut;

  • ”proses, cara, tindakan untuk membuat suatu sistem atau rancangan seefektif atau sefungsional mungkin”
  • ”proses, cara, perbuatan mengoptimalkan (menjadikan paling baik, paling tinggi, dan sebagainya)”
  • “upaya atau cara untuk memperoleh hasil yang terbaik”

Maka, optimisasi mesin pencari adalah proses, cara perbuatan menjadikan paling tinggi pada mesin pencari. Kata pada diformat miring untuk penekanan arti; bukan mesin pencari yang dioptimasi tapi hasil kerja mesin pencari (pencarian) yang dioptimisasi. Atas kata kunci yang dituliskan pemakai, mesin pencari merespons dengan menampilkan sejumlah halaman web yang menurut si mesin pencari adalah paling relevan dengan kata kunci yang diinputkan.
Mengapa harus tertinggi di Mesin Pencari?
Kembali ke tujuan awal pembuatan web: menyampaikan informasi kepada khalayak. Khalayak yang memiliki akses internet, tentu saja. Sampai tulisan ini dibuat, konon angkanya sudah mencapai kuadriliun (enam belas digit, satu kuadriliun sama dengan seribu trilyun). Angka tepatnya? Tidak ada yang tahu (mungkin juga tidak terlalu berguna). beberapa milyar diantaranya diindeks (semacam didaftar/dicatatkan) oleh mesin pencari. Nah, tugas mesin pencari adalah menyajikan halaman-halaman dari database indeks, yang menurutnya relevan dengan pencarian.
Tidak terhindarkan, akan banyak sekali halaman web yang mirip satu-sama lain. Memiliki tingkat relevansi yang sama. Mesin pencari memiliki semacam hak prerogatif untuk menilai relevansi halaman web.
Belakangan ‘perilaku’ pengguna turut menentukan urutan hasil pencarian. Pencarian dikaitkan dengan lokasi komputer yang digunakan untuk mencari.
Relevansi seperti apa yang bisa dihasilkan proses algoritmik program komputer dengan kata kunci yang diketikkan manusia? 
Contoh SERP
Frasa panjang sebagai kata kunci, tetap memberikan hasil pencarian

Itulah rahasia besar mesin pencari. Bagaimana sebuah algoritma mampu menampilkan halaman-halaman web (yang jumlahnya entah berapa) dalam urutan yang paling relevan terhadap kata atau frasa yang dicari? Masing-masing mesin pencari mendeklarasikan unsur-unsur dari sebuah halaman web yang berkorelasi kuat (relevan) dengan frasa pencarian. Tidak hanya teks di halaman tersebut.
Tindakan-tindakan agar halaman web terindeks dan ‘dianggap’ memiliki relevansi tinggi dengan frasa tertentu itulah yang disebut optimisasi mesin pencari.

Aneka Mesin Pencari

Ada banyak mesin pencari yang dapat digunakan warganet.
Berdasarkan tingkat pemakaian, berikut urutan mesin pencari:
Dari reliablesoft.net :
Google
Bing
Yahoo
Baidu
Yandex.ru
DuckDuckGo
Ask.com
AOL.com
WolframAlpha
Internet Archive
Aneka Search Engine

Masing-masing memiliki kelebihan. Untuk pengalaman kemudahan atau tingkat relevansi hasil pencarian, datangi saja dan gunakan. Tentu masih banyak mesin pencari lain. Termasuk yang privat; hanya berlaku di jaringan tertentu.
Menurut hampir semua pihak, google adalah mesin pencari terbesar penggunaannya agregat di seluruh dunia. Di beberapa negara terutama yang menggunakan huruf non latin, google tidak menduduki peringkat pertama.
Dengan mudah kita tahu tahun berapa google didirikan (ya, tinggal gugling saja); 4 September 1998, kota Menlo Park, Negara Bagian California, Amerika Serikat. Padahal internet sudah dimulai sejak 1969!/
Namun tahukah anda bahwa mesin pencari sudah ada sejak 1993 dan masih berfungsi? Ya, itulah aliweb (aliweb.com).Menurut wikipedia ALIWEB ( Archie Like Indexing for the Web ) dianggap sebagai mesin pencari pertama, karena pendahulunya dibangun dengan tujuan berbeda ( Wanderer , Gopher ) atau hanya pengindeks ( Archie , Veronica , dan Jughead ). Jadi sebelum google lahir dan sebesar saat ini, sudah ada banyak mesin pencari di internet. Jika sekarang google menjadi yang terbesar dan terpopuler pun sudah banyak yang membahasnya.
Sejak Android menjadi sistem operasi smartphone terbesar, mesin pencari google semakin mengokohkan posisinya sebagai yang terpopuler. Mudah dimengerti, Android dibeli oleh Google dari Andorid Inc. Pada tahun 2005.
Dengan posisi seperti itu, maka google hampir menjadi entri tunggal untuk definisi “mesin pencari”. Jika tidak ditambah keterangan maka optimisasi mesin pencari maksudnya adalah optimisasi halaman web terhadap Google.

Tujuan Optimisasi Mesin Pencari

Mengapa halaman web harus diupayakan berada di peringkat atas hasil pencarian? Secara empirik urutan terataslah yang akan dikunjungi. Jika tidak karena iseng atau dapat ilham tidak akan mungkin sorang pencari di internet akan membuka halaman web yang jauh dari nomor urut satu. Itu tujuan optimisasi; kunjungan, agar informasi di halaman web tersampaikan kepada yang mencari.
Jadi setidaknya ada dua hal yang harus jadi fokus dalam optimisasi mesin pencari: kata kunci dan relevansi isi halaman web terhadap kata kunci. Relevansi tentu saja bisa diatur jika dan hanya JIKA definisi relevansi menurut mesin pencari terpapar dengan bebas dan jelas. Semisal berapa persen kandungan kata kunci di keseluruhan halaman, di bagian mana kata kunci terletak, dan lain sebagainya.
Setiap orang memiliki kehendak bebas untuk mencari apapun di internet yang menurutnya perlu diketahui. Kata (atau frasa) kunci yang diketikkan pengguna tidak bisa ‘diarahkan’. Hanya bisa diduga berdasarkan statistik yang sudah terjadi (data historis). Jadi, serelevan apapun sebuah halaman web tidak akan mendapat kunjungan jika kata kuncinya tidak pernah muncul. Analisisis kata kunci menjadi bagian penting dari SEO. Lagi-lagi Google berbaik hati  memaparkan database miliknya tentang kata kunci dalam melalui Google Keyword Planner.
Secara rinci dan cukup lengkap, Google telah menyediakan seluk beluk SEO. Dalam bahasa yang alhamdulillah cukup baik penerjemahannya.